Harapan buat Najwa…

April 29th, 2008

Setelah satu minggu Najwa nggak terapi karena sakit, hari ini dimulai
kembali rutinitas Najwa untuk terapi setiap Selasa-Jumat.
Karena kondisi Najwa yang masih agak lemes, ku putuskan untuk
menganternya terapi, menggantikan mbak nya Najwa yang biasa mengantarnya.

Tidak seperti biasanya ada yang lain di ruangan terapi, tampak seseorang yang tekun mengambil gambar anak2 yg sedang di terapi, di sudut yang lain ada seorang ibu yang sedang di wawancari.Ternyata itu dari Majalah Dokter Kita yang akan menulis tentang anak2 CP. Bu Retno (kepala Terapis) meminta kita utk diwawancari dan diphoto.

Sepanjang wawancara Najwa tampak rewel mungkin merasa di cuekin ya..(maap ya nak)
mah nenen..mah nenen….begitu pintanya berulang2…..masa mau wawancara sambil menyusui he..he..he

Ketika ditanya apa harapannya buat Najwa…..saya berpikir keras..
Harapan dan Asa adalah cita-cita dan impian yang akan diraih seseorang
dalam hidupmya. Karena harapan seseorang dapat terus dan mampu bertahan hidup, ketika seseorang telah kehilangan harapannya, maka hilang pula gairah hidupnya.

Secara manusiawi saya ingin Najwa seperti anak2 yang lainnya, bisa jalan, berlari, sehat dan sebagainya2…..
namun yang terpenting dari itu semua adalah saya ingin Najwa merasakan
bahwa kami semua mencintai dan menyayanginya.
Mamah dan papah hanya dapat berusaha dan berdoa sayang…Tuhan yang akan menentukan hasil akhirnya.
Tuhan tidak pernah tidur, Semoga kau kelak menjadi pribadi yang mandiri dan kuat.
Amin…..


Perkembangan Najwa April 2008 - 28 Bulan

April 29th, 2008

Bulan ini kesehatan najwa kurang baik, beberapa kali terserang flu dan meriang, sempet muntah2 dan panas tinggi sampai 39,5 derajat. Berat badannya turun menjadi 10 kg. Nafsu makan berkurang,moodnya menjadi rewel dan uring2an.
Cuaca yang tidak menentu, kadang hujan kadang panas, membuat tubuh najwa menjadi drop, begitu pula papahnya, selama seminggu papah istirahat total di rumah, kata dokter papah kena typus.Sakit yang bersamaan antara papah dan najwa membuat aku siaga I, apalagi terhadap kondisi najwa, aku harus waspada terhadap perubahan kondisi tubuhnya, pengalaman najwa yg sudah 2 kali dirawat di RSPP karena kejang membuat aku selalu waspada bila najwa sakit.

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kunjungan di blog ini dari seorang fisioterapis yang telah mempunyai klinik tumbuh kembang sendiri di daerah Tangerang terima kasih mba Silvi atas informasi dan sharingnya, nanti saya akan tanyakan senam cicak atau patterning itu pada terapisnya najwa.Mungkin diantara netters ada yang tau apakah itu senam cicak..?
menurut mba Silvi senam cicak itu utk melatih otak anak agar dapat bekerja secara cross move/bilateral, senam cicak ini utk melatih najwa agar merangkaknya tidak lompat kodok tp seirama antara tangan dan kakinya.


Nggak Mo Mo Lagi ke Puskesmas

April 28th, 2008

Sejak semalam,Najwa muntah2 dan rewel, nafsu makannya menurun dratis. Suhu tubuhnya naik turun.Papahnya juga sudah beberapa hari ini mengeluh nggak enak badan. Paginya saya izin datang telat utk mengantar najwa dan papahnya ke dokter .Biasanya saya membawa najwa ke dokter Mulyono di RSPP,namun dengan pertimbangan untuk menghemat waktu, kami bertiga ke puskesmas yang deket dengan rumah.

Setelah menunggu antrian yang nggak seberapa banyaknya, akhirnya giliran kami tiba kami masuk ke ruangan yang lumayan bersih dan cukup nyaman, tiba2 dengan suara keras bu dokter memerintah kami.

“Bapak duduk disini,anaknya berdiri ditimbang dulu”

Sedikit kaget juga kami mendapat perintah yang tidak ada ramah2nya. Aku bingung juga, bagaimana mungkin najwa berdiri di timbangan, najwa msh belum bisa berdiri sendiri, akhirnya najwa saya dudukin di timbangan khusus bayi, dokternya bertanya dengan suara keras dan terheran2.

“Anak 2 tahun belum bisa berdiri dan berjalan?”

Aku kuatkan hati dan berusaha sabar. Papahnya menyahut “Najwa kena CP, dok” tanpa mendengar penjelasan suamiku dokternya tiba2 menyahut lagi

“Semestinya kalian sudah punya anak satu lagi…kenapa harus lama2…”

Saya terdiam, papahnya yang menjawabnya.

“Ini juga sedang berusaha dok, dari awal juga kami nggak KB”

“Coba periksain ke bidan ” , begitu dokternya menjawab ….

Terusik dengan pertanyaan yang tidak nyambung akan maksud tujuan kami ke puskesmas, akhirnya saya bertanya juga

“Kenapa harus tambah anak dok, apakah ada dampak psikologisnya buat najwa?”

Dengan ketus dokter ini menjawab.

“Bukan buat najwa, tapi buat kalian…..bukankah kalian juga menginginkan anak yang sehat seperti anak2 yang lainnya? Kalau najwa ya..akan tetap seperti ini…..kalaupun nanti sekolah ya akan di sekolahin di SLB”

Kata2 yang tidak berperasaan itu meluncur begitu saja dari seorang dokter. Duh gusti berkaca2 aku mendengar, sambil memangku najwa, aku belai2 rambutnya…..kalaupun saya dan papahnya berniat untuk memberikan najwa adik bukan karena kami menginginkan anak seperti yang lain2nya…bukan karena najwa berbeda, bukan itu..kami ingin memberikan adik buat najwa, karena kami ingin memberikan najwa seorang teman,seseorang buat dia berbagi, dan najwa akan lebih tepacu kalo dia punya teman.

Beginikah pandangan seorang dokter yang notabene seorg yang berpendidikan tapi mempunyai pandangan yg sangat tidak manusiawi atau memang seperti inikah pelayanan di puskesmas? hanya karena murah, dokter bisa seenaknya memberikan pernyataan tanpa di dasari oleh fakta2 medis.

Enggan utk berdebat dengannya, saya memberikan pernyataan dengan tekanan agar dokter tsb bisa jelas2 mendengarnya.

Saat najwa usia 10 bulan saya sudah membawanya ke dokter dwi putro specialis syaraf di RSPI rumah sakit Pondok Indah, Najwa sudah di observasi, menjalani CT Scan,EEG,test mata dan berahasilnya Mild CP.

Dokternya malah tanya “apa itu mild CP”

ya ampun dok….ternyata nggak tahu ya..CP itu apa…..dari td ngomong panjang lebar ternyata nggak tahu apa itu CP.
capek dehhhhhhh……..ternyata memang seperti ini standart pelayanan puskesmas,dengan pengetahuan yg terbatas
bu dokter dgn seenaknya memvonis klo najwa akan masuk SLB.

Duh bu dokter, sekarang sudah ada sekolah2 umum dan swasta yg ada kurikulim akusisinya, mungkin tuh dokter juga nggak tahu apa itu akusisi.

Ternyata uji kesabaran masih belum selesai, dokter itu berkata

“Ini baru anak satu aja, sdh begini…”

Ya ampun dokter……apakah tidak ada komentar yang bersahabat dari bibirmu? dengan jengkel saya menjelaskan

“Ini bukan kesalahan kita dok, saat waktu melahirkan kita sudah ke rumah sakit tapi di suruh pulang oleh dokternya”

Nggak mau kalah dokternya nyahutin lagi “makanya cari dokter yg bener….” duh, klo bukan krn najwa yg sakit,mungkin
saya sdh tinggalin tuh dokter.

Tiba-tiba dokter itu bertanya lagi

“Bapaknya kerja dimana,kok pagi2 bisa kesini?”

Ya ampun bu dokter, kan bapaknya juga sakit, makanya pagi2 dah kesini buat periksa…
sebel saya bilang ke dokternya.

“Papahnya ini dosen dok,saya programmer di perusahaan IT. Kami bertiga kesini, karena najwa dan papahnya sakit.”

Dokter ini bertanya lagi.

“Kalo dosen, banyak ngajarin cewek2 donk…..”

ya ampun ini dokter pertanyaannya nggak penting banget sih……

“Dok,suami saya ini ngajar di fakultas teknik, jadi muridnya semua cowok”

Puassssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss……..dalem ati teriak begitu , akhirnya ( setelah cukup lama mendengar pertanyaan2 dokter yg nggak perlu saya tuliskan disini karena memang nggak penting) najwa diperiksa juga, najwa disuruh buka mulut, dengan tenang najwa menurutinya,najwa membuka mulutnya.
dokternya kaget,oooo ternyata anaknya bisa ngerti dan komunikatif ya….

Anaknya bisa ngomong ya…?”

“Bisa dok, klo komunikasi sama wicaranya bagus” begitu papahnya menyahut

sambil berusaha tersenyum dan dgn keramahan yg tampak dibuat2 dokternya bilang

“kalau dilihat dari anaknya yang aktif dan komukatif seperti nya nggak
keliatan kalo anaknya sakit ya…

maksudnya sakit krn keterlambatan motoriknya, jadi kayaknya najwa bisa sekolah di sekolah biasa, ini hanya
motoriknya aja yg terlambat”

gubrakssssssssss……

“Nanti najwa bisa mengejar keterlambatannya ya,,,,,” begitu kata bu dokter
“Amin………”

Semoga itu doa tulus dari seorang dokter.


Anniversary 3th

April 2nd, 2008

Setelah mengendap beberapa hari, akhirnya papah ada waktu juga utk membaca catatan kecil yang sengaja mamah tulis bertepatan dengan hari jadi pernikahan kami yang ketiga. Papah mengusulkan agar tulisanku ini diposting di blog, aku ragu,apalagi tulisan ini sangat private bagiku, tapi papah nggak keberatan, katanya buat mengenang masa2 jadul he..he..he…Cerita
Read the rest of this entry »


Mikrosefali tidak selalu CP

April 2nd, 2008

Mikrosefali adalah keadaan dengan ukuran lingkar kepala lebih kecil dari ukuran baku
tadinya saya berpikir bahwa mikrosefali itu selalu identik dengan CP
namun ternyata anak yang menderita mikrosefali dan terlambat dalam perkembangannya belum tentu itu adalah CP.
Read the rest of this entry »