Perkembangan Najwa 29 Bulan - May 2008

May 28th, 2008
“Mah….cini mah….toyongin ” (maksudnya tolongin)
“itu mamah..itu papah…”
“enggak mau mah…..”
“mici mah…” (maksudnya permisi)
“ma acih mah..” (maksudnya makasih mah)

Perkembangan Najwa bulan ini tampak terlihat pada wicara dan kognitifnya.
Dia semakin pandai saja mengkomunikasikan apa yang dia inginkan walau masih dalam kata-kata yang sederhana.
Najwa juga semakin sering menirukan orang disekitarnya ngomong.
Saya seringkali memanggil papahnya dengan panggilan ” yang..” eh..Najwa juga ikut memangglnya papah nya dengan sebutan “yang…”
Kemampuannya menyerap apa yang dia denger ini terkadang membuat kami tertawa.
Pernah suatu kali, ketika Najwa sedang berjalan dengan lututnya dan jatuh, tiba- tiba Najwa bilang “Jatoh guwa…”
ha..ha..ha..ha… sekarang ngomongnya pake gua…walah Najwa denger dari siapa ini…….
sewaktu dia kaget, Najwa juga bilang “kaget guwa…” he..he..he…
Sejak di ajarin sama mbahnya, sekarang jadi “jatoh aku ..” he..he..he…

Kemampuan wicaranya membuat aku jadi gemes dan ingin selalu bersamanya, menghabiskan waktu sambil bermain dan mengajarinya.
Setiap ke kantor jadi nggak semangat. he..he..he..he…
Najwa semakin pandai mengekspresikan keinginannya, tertawa, menangis , senyum-senyum, menolak dan marah.

“mah mau mah….”
“enak mah…..”

Sejauh ini Najwa cukup mengerti dan paham dalam berkomunikasi.

Untuk perkembangan motoriknya.
Najwa semakin sering berdiri dan rembetan, dia sudah bisa merembet kesamping tanpa pegangan dengan menyandar ke didinding. tapi badannya belum bisa tegak, masih takut-takut, kadang masih nggak pede juga, kalau Najwa dah kesulitan,jurusnya “mah toyongin mah…”
Najwa semakin sering dan cepet berjalan dengan lututnya,kata terapisnya refleks Melangkahnya Najwa sudah bisa tinggal keseimbangannya saja.

Bulan ini lingkar kepala Najwa bertambah 0,5 cm menjadi 42,5 cm. Semoga bertambah juga kepintarannya.Amin….

Kami selalu bersyukur atas setiap kemajuan pada Najwa, I love u sayang…..
tetap semangat ya…. kami semua sayang Najwa.


Tanpa semangat

May 28th, 2008

Berangkat ke kantor tanpa semangat, rasanya lelah sekali….
Rasanya ingin di rumah bersama Najwa, entah kenapa ingin selalu menghabiskan waktu bersama Najwa dan papahnya.


“Najwa mau adek ya…..?”

May 22nd, 2008
“Najwa mau punya adek nggak…?”
“Enggak……..”

pertanyaannya di ganti.

“Najwa mau punya adik ya…?”
“Enggak…”

Begitulah Najwa, setiap di tanya pengen punya adik jawabannya selalu enggak.
padahal saya dan papahnya sudah hampir setengah tahun ini program ingin memberikan Najwa seorang adik.
Planning kami, saat Najwa berusia 3 atau 4 tahun nanti, dia sudah memiliki seorang adik.
tapi ternyata yang ke dua ini tidak secepat ketika Najwa dulu he..he.he….
Mungkin kami masih diberikan waktu untuk lebih sering bersama-sama dengan Najwa.


Pemeriksaan THT oleh dr.Roni

May 13th, 2008

Jam Tujuh malam mendaftar di Klinik Kimia Farma, dapat urutan terakhir, jam 9 kurang baru diperiksa oleh dokter THTnya, dr.Roni Setiawan. Agak terkantuk-kantuk Najwa mau juga diperiksa, pertama-tama dokternya meminta aku untuk memangku Najwa. Dokternya mulai memeriksa telinga kanan dan kiri Najwa, alhamdulillah Najwa cukup cooperatif. Seperti yang telah di duga, telinga Najwa tersumbat oleh kotoran yang masuk mengeras da mengendap di dalamnya, telinga kirinya malah sudah infeksi.

Telinga kirinya Najwa di sedot oleh alat yang dimasukkan ke telinganya, Najwa menangis,alhamdulillah masih terkendali. Dokter tidak membersihkan seluruh kotoran di telinganya karena terlalu dalam dan Najwa tentu akan merasakan sakit sekali. Untuk mengeluarkan sisa2 kotoran di telinganya, dokternya memberikan obat yang diteteskan ke telinganya utk mencairkan kotorannya dan nantinya kotorannya akan keluar dengan sendirinya.

Setelah memeriksa telingannya, dokternya meminta Najwa untuk membuka mulut, Najwa membuka mulutnya lebar-lebar, ternyata dokternya memberitahukan kalau amandelnya Najwa membengkak, ini yang menyebabkan Najwa radang dan sering terkena pilek.Dokternya juga memperkirakan amandelnya disebabkan karena alergi, namun tidak dapat dipastikan alerginya disebabkan karena apa,yang aku tahu anak CP memang mempunyai daya tahan tubuh yang rendah.

Akibat dari penyumbatan di telinganya ini menurut dokternya akan mempengaruhi kemampuan mendengar atau wicaranya.Ketika di tanya,

“Apakah kalau ibu perhatikan anak ibu terhambat perkembangan wicaranya..?”

agak bingung juga di tanya begitu, kalau kemampuan Najwa di bandingkan anak-anak normal lainnya bisa jadi sama atau di bawahnya sedikit, tapi kalau kemampuan wicaranya dibanding dengan anak2 CP tentu kemampuan Najwa ini di atas rata-rata.
Jadi agak sulit juga untuk menjawab pertanyaan dokternya, kalau aku perhatikan justru kemampuan wicaranya berkembang saat pesat, dia lebih komunikatif, mengikuti kalau ada orang wicara, sudah bisa menolak sesuatu dengan mengatakan “enggak” sudah dapat meminta sesuatu dengan bahasanya ” mah minum mah..”

Akhirnya aku katakan kalau Najwa menderita mild CP, begitu tahu keadaan Najwa seperti itu, dokternya tidak berani menyimpulkan apapun, karena menurutnya kemampuan anak CP di bawah anak biasa. Jadi aku disarankan untuk membawa Najwa ke Klinik Bina Wicara, di Jalan Kramat VII, bertemu dengan dr.Rosmadewi.
Dokter Roni menyarankan mumpung usia Najwa baru 2 tahun 4 bulan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan kemampuan Wicara, agar dapat di lakukan tindakan secepatnya bila memang di rasakan perlu.
Walau aku sendiri tidak merasa khawatir dengan kemampuan wicaranya, namun tidak ada salahnya untuk mengikuti saran dokter tersebut.
Secepatnya aku akan menghubungi dr.Rosmadewi yang berpraktek di RSCM juga.


Tatit Mah….

May 12th, 2008

“Tatit Mah….” terdengar suara Najwa sambil menggaruk-garuk  telinga kirinya. Kalau aku perhatikan Najwa memang seringkali terlihat menggaruk-garuk telinganya, tadinya aku kira itu karena banyak anak rambutnya yang menutupi telinga, sehingga telinganya menjadi gatal. Tapi tadi pagi, dia jelas-jelas mengeluh sakit pada mamahnya.

Seingat aku juga, terkadang di telinga kirinya tercium bau tak sedap, tadinya aku kira itu karena kotoran, biasanya aku segera membersihkan telinganya dengan cotton bud dan baby oil.

Najwa juga seringkali terkena pilek dan awet pileknya.Biasanya setelah di bawa ke dsa, pileknya hilang, lalu kambuh lagi, dan lama……

Tapi itu belum membuat ku untuk segera sadar membawa Najwa ke dokter THT, sampai akhirnya seorang teman (Shensei Cina) yg sedang menangani terapi Najwa, menganjurkan aku untuk memeriksakan Najwa ke THT, ketika telinga kirinya Najwa di tekan oleh shensei itu, tampak ada yg berdenyut, dan Najwa seperti terkejut. Shenseinya memperkirakan kalau di telinga Najwa ada yg tersumbat, sehingga menggangggu keseimbangan tubuh dan syaraf di matanya.

Seharusnya tanpa dianjurkan oleh shenseinya, aku dan papahnya sudah harus membawa Najwa ke dokter THT. Maafkan kami ya nak…. nanti sore kita ke dokter, periksain telinga Najwa, biar Najwa nggak sakit lagi ya…..


Evaluasi ke dr.Luh - Selasa,6 May 2008

May 7th, 2008

Menurut dr.Luh , secara keseluruhan progessnya Najwa bagus. Kakinya sudah tidak melengkung kebelakang, lututnya sudah kuat sehingga mampu untuk menopang kakinya, melangkahnya sudah tidak menyilang lagi, hanya saja otot pantatnya belum kuat, sehingga melangkahnya masih dilempar ke belakang, otot paha dalam juga masih kaku, sehingga merangkaknya masih melompat dan duduknya masih banyak model W.

Ketika Najwa didirikan dengan memakai sepatu Afonya, terlihat berdirinya sudah bagus, tidak menjinjit, kaki lurus dan tidak melengkung kebelakang. Jadi sepatunya harus tetap di pakai terus, alhamdulillah 3 bulan rutin memakai AFO, hasilnya mulai terlihat. Ketika saya tanyakan apakah sepatu AFOnya masih layak pakai atau apakah perlu sepatu AFOnya untuk diganti menjadi yang lebih tinggi lagi, ternyata menurut dr.Luh sepatu Afonya masih tetap boleh di pakai dan tidak perlu diganti dengan yang lebih tinggi karena nanti otot di bawah lututnya menjadi kecil dan tidak berkembang. Jadi kesimpulannya AFO tidak perlu di ganti.

Saya juga menginformasikan kalau kedua kakinya Najwa sepertinya panjangnya berbeda, lalu oleh dr Luh, najwa di baringkan telentang, kedua kakinya di tekuk, lalu di lihat apakah tinggi lutut kanan dan kirinya sama atau tidak? saya melihatnya tingginya sama, kalau begitu panjang kedua kakinya najwa sama. Dr Luh berpendapat kalau panjang kakinya Najwa sama, jadi lagi2 sepatu AFO nya tidak perlu di koreksi.

 

PR Najwa :

-Main sepeda dan duduk silang untuk menguatkan otot paha bagian dalam

- Memanjat untuk menguatkan otot pantat

- Tetap pake sepatu AFO